Sabtu, 14 Juni 2014

Radar LED

Radar LED
 











Disusun Oleh  :
Nama : Selvia Mariska Syahputri
Kelas : XI Bilingual B
Guru Pembimbing : Eka Gusman, S.Si


Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang
Tahun Ajaran 2013/2014

i
ABSTRACT
            Radar LED lamp flame is run in accordance with the existing order. Radar LED uses electricity as the energy or the power to turn on the lights, but with the help of a transformer as lowering the voltage or can be by using a battery. With various components of the LED so that the formation of radar radar LEDs. Radar LEDs are also useful in everyday life, especially in the dark when lighting or as decorative lighting.
Keywords: light, electricity, light, radar














ii
KATA PENGANTAR
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

            Puji dan syukur tak hentinya kita panjatkan kepada Allah swt. karena berkat rahmat dan karunia-Nya karya tulis ini dapat terselesaikan yang alhamdulillah tepat pada waktunya. Karya tulis ini berjudul “Radar LED”.
            Karya tulis ini berisikan tentang informasi mengenai radar LED yang dikhususkan pada pembuatannya secara sederhana. Diharapkan karya tulis ini dapat membantu kita semua tentang radar LED.
            Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam karya tulis ini dan banyak pula kendala yang saya hadapi. Saya secara khusus berterima kasih kepada:

1.      Bapak Eka Gusman,S.Si yang telah membimbing dan membina saya dalam pengerjaan alat.
2.      Keluarga yang selalu memberikan dukungan dan do’anya untuk saya.
3.      Narasumber terpercaya yang telah memberikan berbagai informasi kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ini.
Saya sebagai pelajar dalam proses belajar yang masih banyak terdapat kekurangan. Tapi, saya berusaha sebisa mungkin dan tidak berputus asa. Maka dari itu, saya mengharapkan masukan berupa kritik dan saran, agar dapat menyajikan penulisan karya tulis yang baik.
            Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Penulis
iii

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL............................................................................................i
ABSTRACT ........................................................................................................... ii
KATAPENGANTAR.............................................................................................iii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR...............................................................................................v
BAB I    : PENDAHULUAN
A.                 Latar Belakang.................................................................................1
B.                 Tujuan..............................................................................................1
BAB II   : TINJAUAN PUSTAKA.........................................................................2
BAB III  : METODELOGI.....................................................................................9
BAB IV  : PEMBAHASAN
A.    Alat dan Bahan.....................................................................................10
B.     Cara Membuat......................................................................................11
C.     CaraKerja.............................................................................................14
D.    Pendanaan............................................................................................15
BAB V :  PENUTUP
A.    SIMPULAN DAN SARAN................................................................20
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................21
LAMPIRAN..........................................................................................................22

iv
DAFTAR GAMBAR
A.    Cara Pembuatan.........................................................................................12
B.     Cara Kerja..................................................................................................18

















v
BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG

Pada era globalisasi pada masa sekarang serta meningkatnya kemajuan teknologi dan informatika yang mendorong semua hal menjadi praktis dan mudah. Kemajuan zaman pun sudah merubah proses pembelajaran dalam mendapatkan informasi yang seluas-luasnya dari sebelumnya. Dengan kemajuan zaman yang tak boleh disia-siakan oleh para generasi penerus bangsa yang pemikirannya pun semakin meluas dan berkembang dengan baik. Oleh karna itu, saya mencoba membuat sebuah alat yang sederhana. Saya berharap alat itu dapat bermaanfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana seiring dengan kemajuan zaman sekarang. Alat itu bernama “Radar LED”. Dengan energi listrik dan penurun tegangan listik sebagai energi atau daya agar radar LED tersebut dapat menyala.

B.     TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah:
a.       Mengetahui cara pembuatan radar LED secara sederhana.
b.      Mengetahui alat dan bahan yang dengan mudah didapat.
c.       Meningkatkan kreatifitas dalam berkarya.
d.      Menambah pengetahuan tentang radar LED.



1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Lampu
Thomas Alva Edison adalah penemu dari Amerika dan merupakan satu dari penemu terbesar sepanjang sejarah. Edison mulai bekerja pada usia yang sangat muda dan terus bekerja hingga akhir hayatnya. Selama karirnya, Thomas Alva Edison telah mempatentkan sekitar dari 1.093 hasil penemuannya, termasuk bola lampu listrik dan gramophone, juga kamera film. Ketiga penemuannya membangkitkan industri-industri besar bagi industri listrik, rekaman dan film yang akhirnya mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Dia juga dikenal sebagai penemu yang menerapkan prinsip 'produksi massal' bagi penemuan-penemuannya.
Bola lampu pertama
Edison sendiri memperoleh keahliannya dalam bidang kelistrikan dan telegraphy (telegraph untuk komunikasi) pada usia belasan tahun. Pada tahun 1868, di usia 21 tahun, dia telah mengembangkan dan mempatentkan penemuannya yang berupa sebuah mesin yang merekam telegraph.
Dimasa kecilnya, Edison hanya bersekolah di sekolah yang resmi selama tiga bulan, selanjutnya semua pendidikannya diperoleh dari ibunya yang mengajar Edison di rumah. Ibu Edison mengajarkan Edison cara membaca, menulis, dan matematika.
2
Dia juga sering memberi dan membacakan buku-buku bagi Edison,
antara lain buku-buku yang berasal dari penulis seperti Edward Gibbon, William Shakespeare dan Charles Dickens.


Edison sangat senang mempelajari sesuatu dan membaca buku-buku yang ada. Dari semua yang dipelajarinya, Edison menerapkan pelajaran tersebut dengan cara bereksperimen di laboratorium kecilnya. Edison tinggal di laboratoriumnya, hanya tidur 4 jam sehari, dan makan dari makanan yang dibawa oleh asistennya ke laboratoriumnya. Edison melakukan percobaan dan eksperimen terus menerus hingga penemuan-penemuannya menjadi sempurna. Mungkin kata yang cocok untuk menggambarkan kepandaian Edison adalah: "Genius adalah 99% kerja keras". Thomas Alva Edison bukan orang pertama yang menciptakan sistem penerangan listrik. Beberapa tahun sebelumnya lampu bersinarkan arus listrik telah digunakan buat penerangan lampu di paris. Tetapi, bola pijar Edison berikut bersama pembagian listrik yang dikembangkannya memungkinkan adanya penerangan listrik yang praktis untuk dirumah. Pada tahun 1822 perusahaannya sudah berhasil memproduksi listrik untuk rumah-rumah di New York, dan dalam tempo singkat sudah tersebar keseluruh dunia. 

3
Dalam salah satu biografinya disebutkan bahwa Edison berhasil menemukan lampu pijar setelah mengalami
kegagalan 999 kali, artinya baru penelitian yang ke 1000 kali Edison menemukan lampu listrik. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.

            Dengan berkembangnya lampu maka didapatkan lampu LED.LED merupakan akronim dari Light Emitting Diode. LED merupakan dioda yang dapat menyinarkan cahaya apabila mendapatkan energy. LED digunakan pada rangkaian ini sebagai lampu yag berkedap-kedip yang diatur dengan astablemultivibrator. Pada dasarnya LED adalah diode yang mempunyai sambungan pn dengan prinsip yang sama. LED akan menyinarkan cahayanya apabila berada dalam keadaan forward  biased.  Forward  biased  itu 
terjadi saat p-type dicatu tegangan positif yang akan menarik atom atom negative sekaligus
meninggalkan ion positif, karena atom negative ditarik maka depletion regionnya akan semakin mengecil sehingga akan memudahkan arus untuk mengalir.
Begitu pula dengan banyaknya ion positif yang akan mendorong dan akhirnya berpindah melewati depletion region sehingga arus dapat mengalir dan LED pun akan berfungsi dan menyala. Struktur dasar dari LED dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Metal contact yang berada di permukaan yang terhubung dengan p-type lebih kecil to permit theemergence of the maximum number of photons of light energy when the device isforward-biased. Note in the figure that the recombination of the injected carrier due tothe forward-biased junction results in emitted light at the site of the recombination.Walaupun nantinya pasti ada akan energy photon yang terserap, teetapi masih lebih banyak yang pergi (terpancarkan energy cahaya nya).


4
Rangkaian ini menghasilkan gerakan berputar dari led sebagai indikator pada rancangan rangkaian digital ini.Lamanya waktu yang diperlukan oleh LED untuk berputar sedemikian rupa memerlukan besar waktu konstanta tertentu dan juga pengaruh dari beberapa komponen yang penting.

Listrik

Selepas bertahun-tahun lamanya sejak ide Thales di kemukakan, lantas kemudian muncul kembali gagasan-gagasan juga filosofi-filosofi baru tentang listrik seperti yang dicermati dan dikemukakan oleh Joseph Priestley, Oersted, William Gilbert, Charles De Coulomb, Michael Faraday dan lain-lain.
Michael Faraday ialah ilmuwan Inggris yang mendapat julukan “Bapak Listrik”, karena berkat usahanya listrik menjadi teknologi yang banyak gunanya. Faraday lahir 22 September 1791 di Newington, Inggris. Ia mempelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk elektromagnetisme dan elektrokimia. Dia juga menemukan alat yang nantinya menjadi pembakar Bunsen, yang digunakan hampir di seluruh laboratorium sains sebagai sumber panas yang praktis.
5
Pada tahun 1821, sang penemu listrik telah menemukan penemuan pertama yang penting di bidang listrik. Dari temuan Oersted dua tahun sebelumnya, Faraday membuat kesimpulan bahwa jika magnet dikencangkan, yang bergulir justru kawatnya. Kejadian ini mengilhami Faraday dan membuat ia berhasil menciptakan suatu rancangan yang jelas dimana kawat akan secara kontinu berotasi berdampingan dengan magnet sejauh arus listrik dialirkan ke kawat.

Michael Faraday
Penemuan Faraday pertama yang penting di bidang listrik terjadi tahun 1821. Dua tahun sebelumnya Oersted telah menemukan bahwa jarum magnit kompas biasa dapat beringsut jika arus listrik dialirkan dalam kawat yang tidak berjauhan. Ini membikin Faraday berkesimpulan, jika magnit diketatkan, yang bergerak justru kawatnya. Bekerja atas dasar dugaan ini, dia berhasil membuat suatu skema yang jelas dimana kawat akan terus-menerus berputar berdekatan dengan magnit sepanjang arus listrik dialirkan ke kawat. Sesungguhnya dalam hal ini Faraday sudah menemukan motor listrik pertama, suatu skema pertama penggunaan arus listrik untuk membuat sesuatu benda bergerak.
6
Betapapun primitifnya, penemuan Faraday ini merupakan “nenek moyang” dari semua motor listrik yang digunakan dunia sekarang ini.
            Ini merupakan pembuka jalan yang luar biasa. Tetapi, faedah kegunaan praktisnya terbatas, sepanjang tidak ada metode untuk menggerakkan arus listrik selain dari baterei kimiawi sederhana pada saat itu. Faraday yakin, mesti ada suatu cara penggunaan magnit untuk menggerakkan listrik, dan dia terus-menerus mencari jalan bagaimana menemukan metode itu. Kini, magnit yang tak berpindah-pindah tidak mempengaruhi arus listrik yang berdekatan dengan kawat. Tetapi di tahun 1831, Faraday menemukan bahwa bilamana magnit dilalui lewat sepotong kawat, arus akan mengalir di kawat sedangkan magnit bergerak. Keadaan ini disebut “pengaruh elektro magnetik,” dan penemuan ini disebut “Hukum Faraday” dan pada umumnya dianggap penemuan Faraday yang terpenting dan terbesar.
Ini merupakan penemuan yang monumental, dengan dua alasan. Pertama, “Hukum Faraday” mempunyai arti penting yang mendasar dalam hubungan dengan pengertian teoritis kita tentang elektro magnetik. Kedua, elektro magnetik dapat digunakan untuk menggerakkan secara terus-menerus arus aliran listrik seperti diperagakan sendiri oleh Faraday lewat pembuatan dinamo listrik pertama. 
Lambat laun, penemuan ini terus dikembangkan. Hingga kini, untuk menghidupkan lampu listrik hanya dibutuhkan satu sentuhan ke saklar lampu.
·         Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.


7
·         Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal sebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika yang dikenal luas, seperti petirmedan listrik, dan arus listrik. Listrik digunakan dengan luas di dalam aplikasi-aplikasi industri seperti elektronik dan tenaga listrik.



















8
BAB III
          METODELOGI
Metode yang saya gunakan dalam karya tulis ini adalah
1.      Metode praktikum
Melalui metode praktikum yaitu, metode dengan cara melakukan praktik secara langsung.
2.      Metode pendekatan literatur
Internet, berdasarkan informasi tentang lampu, listrik, dan cahaya serta sumber referensi lainnya.
3.      Metode pendekatan deskripsi
Melalui metode penggambaran yang berdasarkan pada gambar-gambar komponen yang telah ada serta cara pembuatannya.










9
BAB IV
PEMBAHASAN

A.    Alat dan Bahan

·         Papan PCB
·         Trafo
·         Dioda Bridge
·         Kapasitor
·         Resistor
·         IC 7808
·         IC 555
·         IC 4017
·         Larutan peridcloride
·         Variable Resistor
·         Lampu LED berwarna
·         Kabel biasa
·         Colokan listrik
·         Amplas
·         Solder
·         Timah







10
B.     Cara Membuat
Cara membuat radar LED ini dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
1.      Gambarlah skema rangkaian radar LED di papan PCB.

2.      Rangkaian direndam dengan larutan ferid cloride.
  11
3.      Setelah direnda, lalu bersihkan papan PCB dengan air bersih.

4.      Lalu gunakan juga amplas halus agar lebih terlihat bersih.
5.      Kemudian papan PCB dibor.

12
6.      Setelah dibor, susun komponen berdasarkan skema yang telah dibuat.
7.      Kaki komponen diletakkan pada papan PCB yang telah dibor.
8.      Lalu seluruh kaki komponen tersebut di solder dengan alat solder dan timah.

13
9.      Dibagian trafo, hubungkan dengan kabel pada colokan listrik.
 


C.    Cara Kerja

            Pertama-tama, colokan pada listrik maka lampu LED pada bagian PCB pertama akan hidup terlebih dahulu yang menunjukkan bahwa komponen PCB bagian pertama telah hidup. Setelah itu, lampu LED tersendiri pada PCB kedua akan menyala yang juga menunjukkan bahwa komponen pada PCB kedua telah aktif. Kemudian, dengan seluruh lampu radar LED akan menyala semua. Nyala lampu akan dapat diatur kecepatannya dengan menggunakan variable resistor. Jika variable resistor diputar pada bagian memperlambat maka lampu akan menyala dengan lambat atau secara bergilir dan kita dapat melihatnya dengan jelas. Dan jika variable resistor diputar pada bagian mempercepat, maka lampu akan menyala dengan cepat.
14
Sehingga tidak kelihatan lampu tersebut menyala dengan  bergilir karna semuanya menyala pada saat dipercepat dengan kecepatan penuh.
Pada saat menyalakan radar LED, jangan menyentuh bagian trafo karna akan terasa tegangan listriknya. Trafo berungsi menurunkan tegangan, oleh sebab itu jika menyentuh bahkan memegangnya maka akan terasa listrik yang dialirkan.

D.    Pendanaan
Semua alat dan bahan yang saya dapatkan tanpa mengeluarkan dana.



15
DAFTAR GAMBAR

Gambar1: Bola lampu pertama
Gambar2: Thomas Alva Edison
Gambar3: Rangkaian LED
16
Gambar4: Michael Faraday
Gambar5: Skema Rangkaian

Gambar6: Papan direndam dalam larutan peridcloride
17
Gambar7: Papan dibersihkan dengan air bersih
Gambar8: Papan PCB dibor
Gambar9: Komponen diletakkan dan siap disolder
18
Gambar10: Komponen disolder
Gambar11: Hubungkan dengan kabel
Gambar12: Cara Kerja
19
BAB V
PENUTUP

SIMPULAN DAN SARAN
Dalam kehidupan sehari-hari kita sangat membutuhkan penerangan sebagai cahaya dalam kegelapan. Radar LED merupakan lampu dengan prinsip lampu berjalan. Biasanya digunakan untuk lampu hias, seperti lampu-lampu hias di jalan-jalan raya. Radar LED ini bisa menggunakan listrik sebagai dayanya namun dengan bantuan trafo sebagai penurun tegangan listriknya. Dapat juga dengan menggunakan baterai namun mungkin akan menggunakan banyak baterai dalam proses menghidupkan  nyala lampunya.
Dengan berbagai komponen maka terbuatlah Radar LED ini. Cara kerjakannya pun sangat mudah sekali. Hanya dengan mencolokkannya ke listrik maka lampunya akan menyala secara berurutan dan bergantian.









20
DAFTAR PUSTAKA












21
LAMPIRAN
BIODATA
Nama : Selvia Mariska Syahputri
Tempat, Tanggal Lahir : Palembang, 04 November 1997
Program Studi : IPA
Nama Sekolah : MAN 3 Palembang









22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar