Minggu, 15 Februari 2015

Jum'at Barokah



            Sekarang kita udah menjajaki dunia kakak tingkat terakhir, dimana sekarang “pembullyan” itu sudah lumrah di dunia kelas kita tercinta. Kita memasukki dunia ini bersama-sama, memulainya bersama-sama, hidup bersama-sama, dan kita juga akan mengakhirinya besama-sama. Yakinlah, setiap waktu yang kita lewati, setiap moment yang terjadi adalah cerita Tuhan yang tlah tersusun rapi untuk kita. Setiap insan pasti pernah merasakan masa-masa sulit, begitu juga kita. Saat salah satu dari kita berbeda pendapat, suasana akan terasa sulit. Maka coba kita satukan. “Ya Allah terima kasih untuk hari ini. Terima kasih untuk setiap limpahan rahmat dan karunia-Mu. Kami tahu kami ini bagai noda yang selalu bertambah kelam, tapi kami coba hapus dan bersihkan itu agar hidup kami lebih baik lagi. Jum’at ini menjadi saksi kejujuran, kekesalan, kecintaan, dan kasih sayang yang sulit diungkapkan. Kami menyayangi satu sama lain. Tak pernah ada niat untuk saling menyakiti. Kami mencoba saling menjaga, saling menopang. Kami bukan kayu kokoh yang mampu menahan terpaan angin hidup ini, tapi untuk itulah kami bersama agar terpaan itu tak sesulit yang kami bayangkan. Jika boleh mengulang, kami ingin mengulangnya dari awal, mencoba mengingat-ingat kembali kasih sayang yang terangkai bersama dan mencoba tak mengulangi kesalahan yang pernah tak sengaja kami perbuat. Jadikan kami sebagai hamba-Mu yang mulia disisi-Mu, kami tahu kami tak sempurna, tapi biarkanlah ketidaksempurnaan ini menjadi pijar agar kami lebih tahu Kuasa-Mu. Jadikanlah pula kami sesuatu kebanggaan bagi orang yang kami cintai, orang tua, kakak-adik, keluarga besar, sahabat, teman-teman yang senantiasa mendukung agar tercapainya impian kami. Permudahkanlah  jalan kami menuju kesuksesan. Luluskan lah kami, berikan kami sebuah tempat terakhir guna merealisasikan keinginan kami. Kami ingin menjadi yang terbaik. Kabulkan do’a kami Ya Allah karna hanya Engkaulah tempat kami menyembah dan memohon. Aamiin.”
Karna kita ingin menjadi baik, maka tak ada yang mau menyakiti.
Karna kita ingin diakui, maka kita mencoba saling menghargai.
Karna kita ingin mengerti, maka kita coba saling berbagi.
Karna kita ingin bangkit, maka kita saling menyemangati.
Karna kita ingin dicintai, maka kita coba menabur kasih.
Karna kita ingin bersatu, maka kita coba sambung tali persahabatan ini.
Karna kita tahu kita tak sesempurna Tuhan yang Maha Agung, maka kita terus berusaha melakukan yang terbaik agar kita selalu ada disisi-Nya, selalu diingat satu sama lain. Mari kita coba berhenti berputus asa, tatap dunia dan coba terka dan hadapi apapun yang terjadi.


                                                                        Love you to infinity and beyond, Bilingual B :*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar